RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (2)
SEKOLAH : MADRASAH ALIYAH
NEGERI KUPANG
MATA
PELAJARAN : BAHASA INDONESIA
KELAS/SEMESTER : X/I
TEMA : KRITIK DAN
HUMOR DALAM LAYANAN PUBLIK
ALOKASI
WAKTU : 4 X 45 MENIT
A. KOMPETENSI INTI
B. KOMPETENSI DASAR
1.1
Mensyukuri
anugerah Tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia dan menggunakan- nya sebagai
sarana komunikasi dalam memahami, menerapkan, dan menganalisis informasi lisan
dan tulis melalui teks anekdot, laporan hasil observasi, prosedur kompleks, dan
negosiasi.
2.1
Menunjukkan
sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk membuat
anekdot mengenai permasalahan
sosial, ingkungan, dan kebijakan publik.
3.2
Membandingkan teks anekdot baik melalui lisan maupun tulisan.
3.2.1
Mengidentifikasi persamaan struktur
antara teks anekdot dan teks yang lain.
3.2.2
Mengidentifikasi perbedaan struktur
antara teks anekdot dan teks yang lain.
3.2.3
Mengidentifikasi persamaan kaidah
antara teks anekdot dan teks yang lain.
3.2.4
Mengidentifikasi perbedaan kaidah
antara teks anekdot dan teks yang lain.
4.2
Memproduksi teks anekdot yang koheren sesuai dengan karakteristik teks
yang akan dibuat baik secara lisan maupun tulisan.
4.2.1
Menjelaskan langkah-langkah
menyusun teks anekdot.
4.2.2
Menyusun kerangka karangan teks
anekdot
4.2.3
Menyusun teks anekdot yang koheren sesuai dengan
karakteristik teks yang akan dibuat
C. MATERI PEMBELAJARAN
Anekdot adalah
sebuah teks yang berisi pengalaman seseorang yang tidak biasa. Pengalaman yang
tidak biasa tersebut disampaikan kepada orang lain dengan tujuan untuk
menghibur si pembaca. Anekdot
adalah sebuah cerita singkat dan lucu atau menarik, yang mungkin menggambarkan
kejadian atau orang sebenarnya. Anekdot bisa saja sesingkat pengaturan dan
provokasi dari sebuah kelakar. Anekdot selalu disajikan berdasarkan pada
kejadian nyata melibatkan orang-orang yang sebenarnya, apakah terkenal atau
tidak, biasanya di suatu tempat yang dapat diidentifikasi. Namun, seiring
waktu, modifikasi pada saat penceritaan kembali dapat mengubah sebuah anekdot
tertentu menjadi sebuah fiksi, sesuatu yang diceritakan kembali tapi
"terlalu bagus untuk nyata". Terkadang menghibur, anekdot bukanlah
lelucon, karena tujuan utamanya adalah tidak hanya untuk membangkitkan tawa,
tetapi untuk mengungkapkan suatu kebenaran yang lebih umum daripada kisah
singkat itu sendiri, atau untuk melukiskan suatu sifat karakter dengan ringan
sehingga ia menghentak dalam kilasan pemahaman yang langsung pada intinya. Anekdot terkadang bersifat sindiran alami. Di
bawah rezim otoritarian di Uni Soviet berbagai macam anekdot politik tersebar
di masyarakat sebagai satu-satunya cara untuk membuka dan mencela kejahatan
dari sistem politik dan pemimpinnya. Mereka mentertawakan kepribadian Vladimir
Lenin, Nikita Khrushchev, Leonid Brezhnev, dan pemimpin Soviet lainnya. Pada
zaman Rusia modern ada banyak anekdot tentang Vladimir Putin.
Teks anekdot pada
umumnya terdiri dari 5 bagian. Lima bagian itu antara lain abstrak, orientasi,
krisis, reaksi, dan koda.
Ø Abstraksi
(abstract) adalah bagian di awal
paragraf yang berfungsi memberi gambaran tentang isi teks. Biasanya bagian ini
menunjukkan hal unik yang akan ada di dalam teks.
Ø Orientasi
(orientation) adalah bagian yang
menunjukkan awal kejadian cerita atau latar belakang bagaimana peristiwa
terjadi. Biasanya penulis bercerita dengan detil di bagian ini.
Ø Krisis
(crisis) adalah bagian dimana terjadi
hal atau masalah yang unik atau tidak biasa yang terjadi pada si penulis atau
orang yang diceritakan.
Ø Reaksi
(Reaction) adalah bagian bagaimana
cara penulis atau orang yang ditulis menyelesaikan masalah yang timbul di
bagian krisis tadi.
Ø Koda
(Coda) merupakan bagian akhir dari
cerita unik tersebut. Bisa juga dengan memberi kesimpulan tentang kejadian yang
dialami penulis atau orang yang ditulis.
Struktur dan Kaidah Teks Anekdot
Struktur Teks
Anekdot
1.
Abstraksi, berupa isyarat akan apa
yang akan diceritakan berupa kejadian yang tidak lumrah, tidak biasa, aneh,
atau berupa rangkuman atas apa yang akan diceritakan atau dipaparkan teks,
sifatnya opsional.
2.
Orientasi, pendahuluan atau pembuka
berupa pengenalan tokoh, waktu, dan tempat.
3.
Krisis, pemunculan masalah
4.
Reaksi, tindakan atau langkah yang
diambil untuk merespon masalah.
5.
Coda, perubahan yang terjadi pada
tokoh dan pelajaran yang dapat dipetik dari cerita, sifatnya opsional.
Kaidah Teks
Anekdot
1.
Menggunakan waktu lampau, seperti :
Saya menemukannya semalam.
2.
Menggunakan pertanyaan retoris,
seperti : Apakah kamu tahu?
3.
Menggunakan kata sambung
(konjungsi) waktu, seperti : kemudian, setelah itu, dll.
4.
Menggunakan kata kerja, seperti:
pergi, tulis, dll.
5.
Menggunakan kalimat perintah
6.
Menggunakan kalimat seru.
Langkah-langkah menyusun teks anekdot
1. Menentukan tema
2. Mengumpulkan bahan
3. Membuat kerangka karangan
4. Mengembangkan kerangka karangan menjadi karangan
yang utuh
5. Menentukan judul
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
|
KEGIATAN
|
DESKRIPSI
|
ALOKASI
WAKTU
|
|
PENDAHULUAN
|
1.
Siswa merespon salam
2.
Guru menunjuk salah satu siswa
untuk memimpin berdoa.
3.
Guru menanya tentang kehadiran
siswa
4.
Siswa menjawab pertanyaan dari
guru berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya.
5.
Guru melakukan apersepsi
6.
Siswa menerima informasi tentang
keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang akan
dilaksanakan.
7. Siswa
menerima informasi kompetensi, materi tujuan, manfaat, dan langkah
pembelajaran yang akan dilaksanakan
|
15 menit
|
|
INTI
|
Essential Question
·
Guru membagikan dua teks anekdot yang
berjudul “KUHP dalam Anekdot” dan “Anekdot dalam Hukum Peradilan.
·
Siswa membaca dua buah teks
anekdot yang berjudul “KUHP dalam Anekdot” dan “Anekdot dalam Hukum
Peradilan.”
·
Guru
bertanya
jawab dengan siswa tentang persamaan dan perbedaan struktur dua
buah teks anekdot yang dibacanya.
·
Guru
bertanya
jawab dengan siswa tentang persamaan dan perbedaan kaidah dua
buah teks yang dibacanya.
·
Guru bertanya jawab dengan siswa tentang
langkah-langkah menyusun teks anekdot yang koheren.
Designing Project Plan
·
Guru membagi siswa dalam 5 kelompok, masing
– masing kelompok beranggotakan 4-5 siswa.
·
Guru dan siswa berdiskusi tentang sebuah
objek yang akan dijadikan sebuah proyek pada pembelajaran hari ini, yaitu
memproduksi sebuah teks anekdot.
·
Guru menjelaskan proyek yang akan dibuat dan
langkah-langkah dalam menyusun teks anekdot.
Creating Schedule
·
Guru menginformasikan kepada siswa bahwa
kegiatan proyek akan dilakukan dalam 1 kali pertemuan, namun akan dibagi
menjadi 2 sesi pembelajaran, yaitu :
Ø Pembelajaran
1 mengumpulkan bahan untuk menyusun teks anekdot.
Ø Pembelajaran
2 menyusun teks anekdot.
Pada
pembelajaran 1 :
1.
Siswa berdiskusi menentukan tema teks
anekdot yang akan disusunnya.
2.
Dengan memanfaatkan fasilitas internet atau
perpustakaan siswa mengumpulkan bahan untuk menyusun teks anekdot.
Pada
pembelajaran 2 :
1.
Guru menugaskan siswa untuk berdiskusi
menyusun kerangka karangan teks anekdot.
2.
Setelah kerangka karangan selesai, guru
menugaskan siswa untuk berdiskusi mengembangkan kerangka karangan teks
anekdot yang telah disusunnya menjadi sebuah karangan yang utuh.
3.
Siswa menentukan judul teks anekdot yang
telah disusunnya.
Monitor the Progress
·
Guru membimbing siswa dalam memproduksi teks
anekdot dan berkeliling mengecek pekerjaan siswa serta membantu siswa yang
masih mengalami kesulitan. Dalam monitoring ini guru memberikan sedikit
koreksi mengenai proses pembuatan teks
anekdot sehingga siswa bisa memperbaiki teks yang sedang dibuat.
Asses The Outcome
·
Guru melihat dan mengevaluasi hasil produksi
teks anekdot yang telah dikerjakan siswa dari segi struktur, kaidah, dan ejaan.
·
Masing-masing kelompok diminta maju untuk
mempresentasikan hasil proyek yang telah dikerjakan.
·
Guru memberikan suatu penguatan terhadap
teks anekdot yang telah disusunnya.
·
Guru memberikan nilai sebagai umpan balik
sesuai teks anekdot yang telah disusun. Penilaian yang diberikan oleh guru
berdasarkan kualitas teks yang telah disusunnya.
Evaluate the Experiment
·
Guru bersama siswa menyimpulkan hasil
belajar pada hari ini dan menginformasikan bahwa teks anekdot yang telah
dibuat merupakan hasil berkreasi dalam pembuatan teks sehingga penyusunan
teks anekdot dapat digunakan sebagai pengalaman siswa dalam berkreatifitas
saat proses pembelajaran.
·
Refleksi dari keseluruhan pelaksanaan proyek
yang dilakukan oleh seluruh siswa.
|
140
menit
|
|
Penutup
|
1.
Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran.
2.
Guru memberikan evaluasi
3.
Siswa menyimak informasi mengenai rencana tindak lanjut pembelajaran berikutnya
|
25
menit
|
E. PENILAIAN, PEMBELAJARAN
PENGAYAAN, DAN PEMBELAJARAN REMIDIAL
1. Penilaian Proses
Penilaian
Sikap Mengamati/Observasi Santun
|
No
|
Nama
|
Aspek Yang
Dinilai
|
Skor
|
Nilai
|
Predikat
|
||
|
1
|
2
|
3
|
|||||
|
1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5
|
|
|
|
|
|
|
|
|
6
|
|
|
|
|
|
|
|
|
7
|
|
|
|
|
|
|
|
|
8
|
|
|
|
|
|
|
|
|
9
|
|
|
|
|
|
|
|
|
10
|
|
|
|
|
|
|
|
|
11
|
|
|
|
|
|
|
|
|
12
|
|
|
|
|
|
|
|
|
13
|
|
|
|
|
|
|
|
|
14
|
|
|
|
|
|
|
|
|
15
|
|
|
|
|
|
|
|
|
16
|
|
|
|
|
|
|
|
|
17
|
|
|
|
|
|
|
|
|
18
|
|
|
|
|
|
|
|
|
19
|
|
|
|
|
|
|
|
|
20
|
|
|
|
|
|
|
|
|
21
|
|
|
|
|
|
|
|
|
22
|
|
|
|
|
|
|
|
|
23
|
|
|
|
|
|
|
|
|
24
|
|
|
|
|
|
|
|
|
25
|
|
|
|
|
|
|
|
|
26
|
|
|
|
|
|
|
|
|
27
|
|
|
|
|
|
|
|
|
28
|
|
|
|
|
|
|
|
|
29
|
|
|
|
|
|
|
|
|
30
|
|
|
|
|
|
|
|
Aspek Yang Dinilai
1.
Menghormati orang yang lebih tua.
2.
Tidak berkata-kata kotor, kasar,
dan takabur.
3.
Bersikap 3S (salam, senyum, sapa)
Rubrik Penilaian
1.
Menghormati orang yang lebih tua
Nilai 3, apabila selalu melaksanakan
Nilai 2, apabila sering melakukan
Nilai 1, apabila jarang atau tidak pernah
melakukan
2.
Tidak berkata-kata kotor, kasar,
dan takabur
Nilai 3, apabila selalu melaksanakan
Nilai 2, apabila sering melakukan
Nilai 1, apabila jarang atau tidak pernah
melakukan
3.
Bersikap 3S (salam, sapa, senyum)
Nilai
3, apabila selalu melaksanakan
Nilai
2, apabila sering melakukan
Nilai 1, apabila
jarang atau tidak pernah melakukan
Predikat Sesuai Kurikulum 2013
|
Sikap
|
Pengetahuan
|
Ketrampilan
|
|||
|
Modus
|
Predikat
|
Skor Rerata
|
Huruf
|
Capaian Optimum
|
Huruf
|
|
4,00
|
SB
(sangat baik)
|
3,85 – 4,00
|
A
|
3,85 – 4,00
|
A
|
|
3,51 – 3,84
|
A-
|
3,51 – 3,84
|
A-
|
||
|
3,00
|
B
(Baik)
|
3,18 – 3,50
|
B+
|
3,18 – 3,50
|
B+
|
|
2,85 – 3,17
|
B
|
2,85 – 3,17
|
B
|
||
|
2,51 – 2,84
|
B-
|
2,51 – 2,84
|
B-
|
||
|
2,00
|
C
(Cukup)
|
2,18 – 2,50
|
C+
|
2,18 – 2,50
|
C+
|
|
1,85 – 2,17
|
C
|
1,85 – 2,17
|
C
|
||
|
1,51 – 1,84
|
C-
|
1,51 – 1,84
|
C-
|
||
|
1,00
|
K
(Kurang)
|
1,18 – 1,50
|
D+
|
1,18 – 1,50
|
D+
|
|
1,00 – 1,17
|
D
|
1,00 – 1,17
|
D
|
||
Mengetahui,
Kepala
Madrasah Guru
Bahasa Indonesia
Drs. Ahmad Betan,
M.Pd Desi
Setyani, S.Pd
NIP. 19571231
199303 1 012 NIP.
19841210
201101 2 014
2.
Penilaian Hasil
|
Indikator Pencapaian Kompetensi
|
Teknik Penilaian
|
Bentuk Penilaian
|
Instrumen
|
|
Mengidentifikasi
persamaan dan perbedaan struktur antara teks anekdot dan teks
yang lain.
|
Tes
tertulis
|
Isian
|
1. Mengidentifikasi
persamaan dan perbedaan struktur antara teks anekdot dan teks
yang lain.
|
|
Menjelaskan
persamaan dan perbedaan kaidah antara teks anekdot
dan teks lainnya
|
Tes
tertulis
|
Isian
|
2.
Menjelaskan
persamaan dan perbedaan kaidah antara teks anekdot dan lainnya.
|
|
Menjelaskan
langkah-langkah menyusun teks anekdot
|
Tes
Tertulis
|
Isian
|
3.
Jelaskan
langkah-langkah menyusun teks anekdot
|
|
Menyusun kerangka karangan teks anekdot
|
Tes Tertulis
|
Uraian
|
4. Susunlah kerangka karangan
sebuah teks anekdot berdasarkan tema yang ditentukan oleh guru
|
|
Menyusun
teks anekdot
|
Tes
tertulis
|
Uraian
|
5.
Susunlah
sebuah teks anekdot
sesuai dengan kaidah dan struktur
yang sesuai!
|
Pedoman
Penskoran
1. Soal nomor 1
|
Aspek
|
Tingkat
|
Skor
|
|
Siswa
menjawab dengan benar dan sangat baik
|
AB
|
4
|
|
Siswa
menjawab benar dan baik
|
B
|
3
|
|
Siswa
menjawab benar dan sedang
|
S
|
2
|
|
Siswa
menjawab kurang benar
|
K
|
1
|
|
SKOR
MAKSIMAL
|
|
4
|
2. Soal nomor 2
|
Aspek
|
Tingkat
|
Skor
|
|
Siswa
menjawab dengan benar dan sangat baik
|
AB
|
4
|
|
Siswa
menjawab benar dan baik
|
B
|
3
|
|
Siswa
menjawab benar dan sedang
|
S
|
2
|
|
Siswa
menjawab kurang benar
|
K
|
1
|
|
SKOR
MAKSIMAL
|
|
4
|
3. Soal nomor 3
|
Aspek
|
Tingkat
|
Skor
|
|
Siswa
mendeskripsikan dengan benar dan sangat baik
|
AB
|
4
|
|
Siswa
mendeskripsikan dengan benar dan baik
|
B
|
3
|
|
Siswa
mendeskripsikan dengan benar dan
sedang
|
S
|
2
|
|
Siswa
mendeskripsikan dengan kurang benar
|
K
|
1
|
|
SKOR
MAKSIMAL
|
|
4
|
4.
Soal Nomor 4 dan 5
|
No
|
Kunci/Kriteria
jawaban/Aspek yang dinilai
|
Tingkat
|
Skor
|
|
1.
|
Isi
·
Amat memahami; amat luas dan lengkap; amat terjabar; amat sesuai dengan
kutipan.
·
Memahami; luas dan lengkap;
terjabar; sesuai dengan kutipan, meskipun kurang terinci.
·
Memahami secara terbatas; kurang lengkap; kurang terjabar; kurang
terinci.
·
Tidak memahami isi; tidak mengena.
|
Amat baik
Baik
Sedang
Kurang
|
4
3
2
1
|
|
2.
|
Organisasi
· Amat teratur dan rapi; amat jelas; kaya akan gagasan;
urutan amat logis; kohesi amat tinggi.
· Teratur dan rapi;
jelas; banyak gagasan;
urutan logis; kohesi tinggi.
· Kurang teratur dan rapi; kurang jelas; kurang gagasan; urutan kurang logis; kohesi kurang
tinggi.
· Tidak teratur;
tidak jelas; miskin gagasan; urutan tidak logis; tidak ada
kohesi.
|
Amat baik
Baik
Sedang
Kurang
|
4
3
2
1
|
|
3.
|
Kosa
kata dan Diksi
· Amat luas; penggunaan amat efektif; amat menguasai
pembentukan kata; pemilihan kata amat tepat.
· Luas; penggunaan efektif; menguasai pembentukan kata;
pemilihan kata yang tepat.
· Terbatas; kurang efektif; kurang menguasai pembentukan
kata; pemilihan kata kurang tepat.
· Seperti terjemahan; tidak memahami pembentukan kata;
tidak menguasai kata-kata.
|
Amat baik
Baik
Sedang
Kurang
|
4
3
2
1
i.
|
|
4.
|
Bahasa (Tata Bahasa dan Struktur)
· Amat menguasai tata bahasa; amat sedikit kesalahan
penggunaan dan penyusunan kalimat dan kata-kata.
· Penggunaan dan penyusunan kalimat sederhana; sedikit
kesalahan tata bahasa tanpa mengaburkan makna.
· Kesulitan dalam penggunaan dan penyusunan kalimat
sederhana; kesalahan tata bahasa yang mengaburkan makna.
· Tidak menguasai penggunaan dan penyusunan kalimat ;
tidak komunikatif.
|
Amat baik
Baik
Sedang
Kurang
|
4
3
2
1
|
|
5.
|
Penulisan (Ejaan dan Tanda Baca)
· Amat menguasai
kaidah penulisan kata dan ejaan.
· Menguasai kaidah penulisan kata dan ejaan, dengan
sedikit kesalahan.
· Kurang menguasai kaidah penulisan kata dan ejaan,
dengan banyak kesalahan.
· Tidak menguasai kaidah penulisan kata dan ejaan,
tulisan sulit dibaca.
|
Amat baik
Baik
Sedang
Kurang
|
4
3
2
1
|
|
6.
|
Kerapian
· Terbaca,
bersih dan rapi.
· Terbaca, bersih, tapi tidak rapi.
· Terbaca, tidak bersih dan tidak rapi.
· Tidak terbaca, tidak bersih, dan tidak rapi.
|
Amat baik
Baik
Sedang
kurang
|
4
3
2
1
|
3.
Pembelajaran Pengayaan dan
Pembelajaran Remedial
PROGRAM
PERBAIKAN DAN PENGAYAAN
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas : X
Semester : Ganjil
Tahun Pelajaran : 2015/2016
|
No
|
Kompetensi Dasar
|
Tanggal
|
Nama Siswa
|
Bentuk Perbaikan
|
Bentuk Pengayaan
|
||
|
Tugas Kelompok
|
Tugas individu
|
Tugas Ulang
|
|||||
|
1
|
3.2
Membandingkan teks anekdot baik melalui lisan maupun
tulisan.
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
4.2
Memproduksi teks anekdot yang koheren sesuai dengan
karakteristik teks yang akan dibuat baik secara lisan maupun tulisan.
|
|
|
|
|
|
|
F. MEDIA, ALAT, DAN SUMBER
PEMBELAJARAN
1. Media :
v Internet
2. Alat/Bahan :
v LCD,
Tape recorder, laptop
3. Sumber Pembelajaran
v Bahasa Indonesia: Ekspresi Diri
dan Akademik . 2013. Jakarta: Kementrian
Pendidikan dan Kebudayaan.
v Bahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas X.2014. Jakarta : Erlangga
Mengetahui,
Kupang, Juli 2015
Kepala Madrasah Aliyah Guru
Mata Pelajaran
Drs.
Ahmad Betan, M.Pd Desi
Setyani, S.Pd
NIP.19571231
199303 1 012 NIP.
19841210 201101 2 014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar