Selasa, 17 November 2015

RPP BAHASA INDONESIA DENGAN PENDEKATAN PROJECT BASED LEARNING



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (2)

SEKOLAH                             : MADRASAH ALIYAH NEGERI KUPANG
MATA PELAJARAN            : BAHASA INDONESIA
KELAS/SEMESTER             : X/I
TEMA                                    : KRITIK DAN HUMOR DALAM LAYANAN PUBLIK
ALOKASI WAKTU              : 4 X 45 MENIT

A.  KOMPETENSI INTI
KI 1
:
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2
:
Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia

KI 3
:
Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya  tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI 4
:
Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B.  KOMPETENSI DASAR
1.1    Mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia dan menggunakan- nya sebagai sarana komunikasi dalam memahami, menerapkan, dan menganalisis informasi lisan dan tulis melalui teks anekdot, laporan hasil observasi, prosedur kompleks, dan negosiasi.
2.1    Menunjukkan sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk membuat anekdot mengenai permasalahan sosial, ingkungan, dan kebijakan publik.
3.2    Membandingkan teks anekdot baik melalui lisan maupun tulisan.
3.2.1        Mengidentifikasi persamaan struktur antara teks anekdot dan teks yang lain.
3.2.2        Mengidentifikasi perbedaan struktur antara teks anekdot dan teks yang lain.
3.2.3        Mengidentifikasi persamaan kaidah antara teks anekdot dan teks yang lain.
3.2.4        Mengidentifikasi perbedaan kaidah antara teks anekdot dan teks yang lain.
4.2     Memproduksi teks anekdot yang koheren sesuai dengan karakteristik teks yang akan dibuat baik secara lisan maupun tulisan.
4.2.1        Menjelaskan langkah-langkah menyusun teks anekdot.
4.2.2        Menyusun kerangka karangan teks anekdot
4.2.3        Menyusun teks anekdot yang koheren sesuai dengan karakteristik teks yang akan dibuat

C.  MATERI PEMBELAJARAN
Anekdot adalah sebuah teks yang berisi pengalaman seseorang yang tidak biasa. Pengalaman yang tidak biasa tersebut disampaikan kepada orang lain dengan tujuan untuk menghibur si pembaca. Anekdot adalah sebuah cerita singkat dan lucu atau menarik, yang mungkin menggambarkan kejadian atau orang sebenarnya. Anekdot bisa saja sesingkat pengaturan dan provokasi dari sebuah kelakar. Anekdot selalu disajikan berdasarkan pada kejadian nyata melibatkan orang-orang yang sebenarnya, apakah terkenal atau tidak, biasanya di suatu tempat yang dapat diidentifikasi. Namun, seiring waktu, modifikasi pada saat penceritaan kembali dapat mengubah sebuah anekdot tertentu menjadi sebuah fiksi, sesuatu yang diceritakan kembali tapi "terlalu bagus untuk nyata". Terkadang menghibur, anekdot bukanlah lelucon, karena tujuan utamanya adalah tidak hanya untuk membangkitkan tawa, tetapi untuk mengungkapkan suatu kebenaran yang lebih umum daripada kisah singkat itu sendiri, atau untuk melukiskan suatu sifat karakter dengan ringan sehingga ia menghentak dalam kilasan pemahaman yang langsung pada intinya.  Anekdot terkadang bersifat sindiran alami. Di bawah rezim otoritarian di Uni Soviet berbagai macam anekdot politik tersebar di masyarakat sebagai satu-satunya cara untuk membuka dan mencela kejahatan dari sistem politik dan pemimpinnya. Mereka mentertawakan kepribadian Vladimir Lenin, Nikita Khrushchev, Leonid Brezhnev, dan pemimpin Soviet lainnya. Pada zaman Rusia modern ada banyak anekdot tentang Vladimir Putin.
Teks anekdot pada umumnya terdiri dari 5 bagian. Lima bagian itu antara lain abstrak, orientasi, krisis, reaksi, dan koda.
Ø Abstraksi (abstract) adalah bagian di awal paragraf yang berfungsi memberi gambaran tentang isi teks. Biasanya bagian ini menunjukkan hal unik yang akan ada di dalam teks.
Ø Orientasi (orientation) adalah bagian yang menunjukkan awal kejadian cerita atau latar belakang bagaimana peristiwa terjadi. Biasanya penulis bercerita dengan detil di bagian ini.
Ø Krisis (crisis) adalah bagian dimana terjadi hal atau masalah yang unik atau tidak biasa yang terjadi pada si penulis atau orang yang diceritakan.
Ø Reaksi (Reaction) adalah bagian bagaimana cara penulis atau orang yang ditulis menyelesaikan masalah yang timbul di bagian krisis tadi.
Ø Koda (Coda) merupakan bagian akhir dari cerita unik tersebut. Bisa juga dengan memberi kesimpulan tentang kejadian yang dialami penulis atau orang yang ditulis.

Struktur dan Kaidah Teks Anekdot
Struktur Teks Anekdot
1.        Abstraksi, berupa isyarat akan apa yang akan diceritakan berupa kejadian yang tidak lumrah, tidak biasa, aneh, atau berupa rangkuman atas apa yang akan diceritakan atau dipaparkan teks, sifatnya opsional.
2.        Orientasi, pendahuluan atau pembuka berupa pengenalan tokoh, waktu, dan tempat.
3.        Krisis, pemunculan masalah
4.        Reaksi, tindakan atau langkah yang diambil untuk merespon masalah.
5.        Coda, perubahan yang terjadi pada tokoh dan pelajaran yang dapat dipetik dari cerita, sifatnya opsional.
Kaidah Teks Anekdot
1.        Menggunakan waktu lampau, seperti : Saya menemukannya semalam.
2.        Menggunakan pertanyaan retoris, seperti : Apakah kamu tahu?
3.        Menggunakan kata sambung (konjungsi) waktu, seperti : kemudian, setelah itu, dll.
4.        Menggunakan kata kerja, seperti: pergi, tulis, dll.
5.        Menggunakan kalimat perintah
6.        Menggunakan kalimat seru.
Langkah-langkah menyusun teks anekdot
1.      Menentukan tema
2.      Mengumpulkan bahan
3.      Membuat kerangka karangan
4.      Mengembangkan kerangka karangan menjadi karangan yang utuh
5.      Menentukan judul


D.  KEGIATAN PEMBELAJARAN

KEGIATAN
DESKRIPSI
ALOKASI WAKTU
PENDAHULUAN
1.    Siswa merespon salam
2.  Guru menunjuk salah satu siswa untuk memimpin berdoa.
3.  Guru menanya tentang kehadiran siswa
4.  Siswa menjawab pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya.
5.  Guru melakukan apersepsi
6.  Siswa menerima informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
7.  Siswa menerima informasi kompetensi, materi tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan
15 menit
INTI
Essential Question
·         Guru membagikan dua teks anekdot yang berjudul “KUHP dalam Anekdot” dan “Anekdot dalam Hukum Peradilan.
·         Siswa membaca dua buah  teks anekdot yang berjudul “KUHP dalam Anekdot” dan “Anekdot dalam Hukum Peradilan.”
·         Guru bertanya jawab dengan siswa tentang persamaan dan perbedaan struktur dua buah teks anekdot yang dibacanya.
·         Guru bertanya jawab dengan siswa tentang persamaan dan perbedaan kaidah dua buah  teks yang dibacanya.
·         Guru bertanya jawab dengan siswa tentang langkah-langkah menyusun teks anekdot yang koheren.

Designing Project Plan
·      Guru membagi siswa dalam 5 kelompok, masing – masing kelompok beranggotakan 4-5 siswa.
·      Guru dan siswa berdiskusi tentang sebuah objek yang akan dijadikan sebuah proyek pada pembelajaran hari ini, yaitu memproduksi sebuah teks anekdot.
·      Guru menjelaskan proyek yang akan dibuat dan langkah-langkah dalam menyusun teks anekdot.

Creating Schedule
·         Guru menginformasikan kepada siswa bahwa kegiatan proyek akan dilakukan dalam 1 kali pertemuan, namun akan dibagi menjadi 2 sesi pembelajaran, yaitu :
Ø Pembelajaran 1 mengumpulkan bahan untuk menyusun teks anekdot.
Ø Pembelajaran 2 menyusun teks anekdot.
Pada pembelajaran 1 :
1.      Siswa berdiskusi menentukan tema teks anekdot yang akan disusunnya.
2.      Dengan memanfaatkan fasilitas internet atau perpustakaan siswa mengumpulkan bahan untuk menyusun teks anekdot.
Pada pembelajaran 2 :
1.      Guru menugaskan siswa untuk berdiskusi menyusun kerangka karangan teks anekdot.
2.      Setelah kerangka karangan selesai, guru menugaskan siswa untuk berdiskusi mengembangkan kerangka karangan teks anekdot yang telah disusunnya menjadi sebuah karangan yang utuh.
3.      Siswa menentukan judul teks anekdot yang telah disusunnya.



Monitor the Progress
·         Guru membimbing siswa dalam memproduksi teks anekdot dan berkeliling mengecek pekerjaan siswa serta membantu siswa yang masih mengalami kesulitan. Dalam monitoring ini guru memberikan sedikit koreksi  mengenai proses pembuatan teks anekdot sehingga siswa bisa memperbaiki teks yang sedang dibuat.

Asses The Outcome
·         Guru melihat dan mengevaluasi hasil produksi teks anekdot yang telah dikerjakan siswa dari segi struktur, kaidah, dan ejaan.
·         Masing-masing kelompok diminta maju untuk mempresentasikan hasil proyek yang telah dikerjakan.
·         Guru memberikan suatu penguatan terhadap teks anekdot yang telah disusunnya.
·         Guru memberikan nilai sebagai umpan balik sesuai teks anekdot yang telah disusun. Penilaian yang diberikan oleh guru berdasarkan kualitas teks yang telah disusunnya.

Evaluate the Experiment
·         Guru bersama siswa menyimpulkan hasil belajar pada hari ini dan menginformasikan bahwa teks anekdot yang telah dibuat merupakan hasil berkreasi dalam pembuatan teks sehingga penyusunan teks anekdot dapat digunakan sebagai pengalaman siswa dalam berkreatifitas saat proses pembelajaran.
·         Refleksi dari keseluruhan pelaksanaan proyek yang dilakukan oleh seluruh siswa.

140 menit
Penutup
1.      Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran.
2.      Guru memberikan evaluasi
3.      Siswa menyimak informasi mengenai rencana tindak lanjut pembelajaran berikutnya
25 menit



















E.  PENILAIAN, PEMBELAJARAN PENGAYAAN, DAN PEMBELAJARAN REMIDIAL
1.    Penilaian Proses
            Penilaian Sikap Mengamati/Observasi Santun

No
Nama
Aspek Yang Dinilai
Skor
Nilai
Predikat
1
2
3
1







2







3







4







5







6







7







8







9







10







11







12







13







14







15







16







17







18







19







20







21







22







23







24







25







26







27







28







29







30



























Aspek Yang Dinilai
1.    Menghormati orang yang lebih tua.
2.    Tidak berkata-kata kotor, kasar, dan takabur.
3.    Bersikap 3S (salam, senyum, sapa)

Rubrik Penilaian
1.         Menghormati orang yang lebih tua
Nilai 3, apabila selalu melaksanakan
Nilai 2, apabila sering melakukan
Nilai 1, apabila jarang atau tidak pernah melakukan
2.         Tidak berkata-kata kotor, kasar, dan takabur
Nilai 3, apabila selalu melaksanakan
Nilai 2, apabila sering melakukan
Nilai 1, apabila jarang atau tidak pernah melakukan
3.         Bersikap 3S (salam, sapa, senyum)
Nilai 3, apabila selalu melaksanakan
Nilai 2, apabila sering melakukan
Nilai 1, apabila jarang atau tidak pernah melakukan

            Predikat Sesuai Kurikulum 2013
Sikap
Pengetahuan
Ketrampilan
Modus
Predikat
Skor Rerata
Huruf
Capaian Optimum
Huruf
4,00
SB
(sangat baik)
3,85 – 4,00
A
3,85 – 4,00
A
3,51 – 3,84
A-
3,51 – 3,84
A-
3,00
B
(Baik)
3,18 – 3,50
B+
3,18 – 3,50
B+
2,85 – 3,17
B
2,85 – 3,17
B
2,51 – 2,84
B-
2,51 – 2,84
B-
2,00
C
(Cukup)
2,18 – 2,50
C+
2,18 – 2,50
C+
1,85 – 2,17
C
1,85 – 2,17
C
1,51 – 1,84
C-
1,51 – 1,84
C-
1,00
K
(Kurang)
1,18 – 1,50
D+
1,18 – 1,50
D+
1,00 – 1,17
D
1,00 – 1,17
D


Mengetahui,
Kepala Madrasah                                                                                Guru Bahasa Indonesia



Drs. Ahmad Betan, M.Pd                                                                 Desi Setyani, S.Pd    
NIP. 19571231 199303 1 012                                                            NIP. 19841210 201101 2 014



       











2.    Penilaian Hasil

Indikator Pencapaian Kompetensi
Teknik Penilaian
Bentuk Penilaian
Instrumen
Mengidentifikasi persamaan dan perbedaan struktur antara teks anekdot dan teks yang lain.
Tes tertulis
Isian
1.   Mengidentifikasi persamaan dan perbedaan struktur antara teks anekdot dan teks yang lain.
Menjelaskan persamaan dan perbedaan kaidah antara teks anekdot dan teks lainnya
Tes tertulis
Isian
2.     Menjelaskan persamaan dan perbedaan kaidah antara teks anekdot dan lainnya.
Menjelaskan langkah-langkah menyusun teks anekdot
Tes Tertulis
Isian
3.     Jelaskan langkah-langkah menyusun teks anekdot
Menyusun kerangka karangan teks anekdot
Tes Tertulis
Uraian
4.     Susunlah kerangka karangan sebuah teks anekdot berdasarkan tema yang ditentukan oleh guru
Menyusun teks anekdot
Tes tertulis
Uraian
5.     Susunlah sebuah teks anekdot sesuai dengan kaidah dan struktur yang sesuai!

Pedoman Penskoran
1.      Soal nomor 1
Aspek
Tingkat
Skor
Siswa menjawab dengan benar dan sangat baik
AB
4
Siswa menjawab benar dan baik
B
3
Siswa menjawab benar  dan sedang
S
2
Siswa menjawab kurang benar 
K
1
SKOR MAKSIMAL

4

2.      Soal nomor 2
Aspek
Tingkat
Skor
Siswa menjawab dengan benar dan sangat baik
AB
4
Siswa menjawab benar dan baik
B
3
Siswa menjawab benar  dan sedang
S
2
Siswa menjawab kurang benar 
K
1
SKOR MAKSIMAL

4

3.      Soal nomor 3
Aspek
Tingkat
Skor
Siswa mendeskripsikan dengan benar dan sangat baik
AB
4
Siswa mendeskripsikan dengan benar dan baik
B
3
Siswa mendeskripsikan dengan benar  dan sedang
S
2
Siswa mendeskripsikan dengan kurang benar 
K
1
SKOR MAKSIMAL

4


4.      Soal Nomor 4 dan 5


No
Kunci/Kriteria jawaban/Aspek yang dinilai
Tingkat
Skor
1.
Isi
·     Amat memahami; amat luas dan lengkap; amat terjabar; amat sesuai dengan kutipan.
·     Memahami;  luas dan lengkap; terjabar; sesuai dengan kutipan, meskipun kurang terinci.
·     Memahami secara terbatas; kurang lengkap; kurang terjabar; kurang terinci.
·     Tidak memahami isi; tidak mengena.

Amat baik

Baik

Sedang

Kurang

4

3

2

1
2.
Organisasi
·     Amat teratur dan rapi; amat jelas; kaya akan gagasan; urutan amat logis; kohesi amat tinggi.
·     Teratur dan rapi;  jelas; banyak  gagasan; urutan  logis; kohesi  tinggi.
·     Kurang teratur dan rapi;  kurang jelas; kurang  gagasan; urutan kurang logis; kohesi kurang tinggi.
·     Tidak teratur;  tidak  jelas; miskin  gagasan; urutan tidak logis; tidak ada kohesi.

Amat baik

Baik

Sedang

Kurang

4

3

2

1
3.
Kosa kata dan Diksi
·     Amat luas; penggunaan amat efektif; amat menguasai pembentukan kata; pemilihan kata amat tepat.
·     Luas; penggunaan efektif; menguasai pembentukan kata; pemilihan kata yang tepat.
·     Terbatas; kurang efektif; kurang menguasai pembentukan kata; pemilihan kata kurang tepat.
·     Seperti terjemahan; tidak memahami pembentukan kata; tidak menguasai kata-kata.

Amat baik

Baik

Sedang

Kurang

4

3

2

1
i. 
4.
Bahasa (Tata Bahasa dan Struktur)
·      Amat menguasai tata bahasa; amat sedikit kesalahan penggunaan dan penyusunan kalimat dan kata-kata.
·      Penggunaan dan penyusunan kalimat sederhana; sedikit kesalahan tata bahasa tanpa mengaburkan makna.
·      Kesulitan dalam penggunaan dan penyusunan kalimat sederhana; kesalahan tata bahasa yang mengaburkan makna.
·      Tidak menguasai penggunaan dan penyusunan kalimat ; tidak komunikatif.

Amat baik

Baik


Sedang


Kurang


4

3


2


1

5.
Penulisan (Ejaan dan Tanda Baca)
·      Amat  menguasai kaidah penulisan kata dan ejaan.
·      Menguasai kaidah penulisan kata dan ejaan, dengan sedikit kesalahan.
·      Kurang menguasai kaidah penulisan kata dan ejaan, dengan banyak kesalahan.
·      Tidak menguasai kaidah penulisan kata dan ejaan, tulisan sulit dibaca.

Amat baik
Baik
Sedang

Kurang


4
3
2

1
6.
Kerapian
·      Terbaca, bersih dan rapi.
·      Terbaca,  bersih, tapi tidak  rapi.
·      Terbaca, tidak bersih dan tidak rapi.
·      Tidak terbaca, tidak bersih, dan tidak rapi.

Amat baik
Baik
Sedang
kurang

4
3
2
1

3.    Pembelajaran Pengayaan dan Pembelajaran Remedial

PROGRAM PERBAIKAN DAN PENGAYAAN

Mata Pelajaran            : Bahasa Indonesia
Kelas                             : X
Semester                       : Ganjil
Tahun Pelajaran          : 2015/2016

No
Kompetensi Dasar
Tanggal
Nama Siswa
Bentuk Perbaikan
Bentuk Pengayaan
Tugas Kelompok
Tugas individu
Tugas Ulang
1
3.2    Membandingkan teks anekdot baik melalui lisan maupun tulisan.







2
4.2    Memproduksi teks anekdot yang koheren sesuai dengan karakteristik teks yang akan dibuat baik secara lisan maupun tulisan.









F.   MEDIA, ALAT, DAN SUMBER PEMBELAJARAN
1.      Media               :
v  Internet
2.      Alat/Bahan       :
v  LCD, Tape recorder, laptop
3.      Sumber Pembelajaran
v  Bahasa Indonesia: Ekspresi Diri dan Akademik . 2013. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
v  Bahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas X.2014. Jakarta : Erlangga


            Mengetahui,                                                                            Kupang,    Juli 2015
Kepala Madrasah Aliyah                                                                    Guru Mata Pelajaran


Drs. Ahmad Betan, M.Pd                                                                 Desi Setyani, S.Pd                
NIP.19571231 199303 1 012                                                             NIP. 19841210 201101 2 014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar