Kupang- Dalam rangka menjaring lebih banyak kontributor bagi laman
badan pengembangan dan pembinaan bahasa, Badan Pengembangan dan Pembinaan
Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menyambangi
ekosistem bahasa di Kota Kupang. Acara yang digelar di Hotel Romyta Kupang
tanggal 10 - 12 Desember 2015 itu dihadiri oleh 50 peserta dari berbagai unsur
ekosistem bahasa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kegiatan yang berjudul “Lokakarya Kontributor Laman Badan
Pengembangan dan Pembinaan Bahasa” itu dimulai sekitar pukul 08.45 WITA, Kamis
(10/12/2015). Dalam Lokakarya itu hadir narasumber Willy Pramudya selaku ketua
Aliansi Wartawan Independen dan Desmunyoto P. Gunadi selaku fotografer
sekaligus kontributor koran Kompas.
“Kegiatan ini hanya diselenggarakan di 5 provinsi di Indonesia yang
salah satunya adalah Nusa Tenggara Timur (NTT). Oleh karena itu, saya berharap
peserta memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Luthfi Baihaqi
selaku kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timut (NTT) dalam
sambutannya.
Pramudya, selaku narasumber mengatakan bahwa tidak ada peradaban
bangsa maju yang tidak dibangun dari membaca, menulis, dan meneliti. Oleh sebab
itu, beliau berpesan kepada peserta lokakarya untuk ‘membayar hutang’ atas
‘hilangnya’ penulis - penulis Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa dekade ini.
Sejalan dengan itu, Kasubag TU Badan Pengembangan dan Pembinaan
Bahasa, menjelaskan bahwa, adanya lokarya ini memberikan peluang bagi ekosistem
bahasa di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk berpartisipasi sebagai kontributor
laman badan pengembangan dan pembinaan bahasa. “Kami butuh berita, artikel
tentang perkembangan bahasa Indonesia. Dan saya yakin, ekosistem bahasa di Nusa
Tenggara Timur (NTT) mampu menjadi kontributor yang baik bagi laman badan
pengembangan dan pembinaan bahasa,” tuturnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar